Anda boleh berpikir, "Hey, it's a big deal!" Tetapi, Saya tidak berpendapat sama. Setidaknya untuk beberapa tahun ini.
Latar Belakang
Sejak pertengahan 2000-an (mungkin sekitar 2005), pengguna internet di Indonesia mulai menunjukkan ada kenaikan cukup drastis, dan pertumbuhannya terus konsisten (bahkan meningkat). Tetapi is it really a big deal? Di sekitar tahun 2005 (saat akses internet belum merajarela seperti sekarang) saya suka ke warnet. Dari yang saya perhatikan pada saat itu "persebaran" pengunjung warnet sangatlah beragama, mulai dari:
- mahasiswa, biasanya mencari bahan untuk tugas, tetapi tidak jarang mengetikkan dokumen di warnet (saya tidak mengerti kala itu dokumen apa yang mereka tuliskan)
- orang dewasa dan ibu-ibu. Ini beragam, ada yang Frenster-an, ada yang buka web itu apa yah (ya, kala itu saya tidak tahu namanya apa), bahkan ada yang buka aplikasi stand-alone yang hanya menampilkan grafik dan angka-angka, ternyata itu aplikasi pemantau saham!
- anak-anak, jelas, mereka mengakses permainan online. Dalam kasus yang sangat jarang dan dalam warnet yang tidak disekat, mereka membuka web-you-know-what, mudah-mudahan anak-anak seperti ini sudah lebih baik sikapnya (meski saya ragu melihat berita yang ada)
Yap, itu gambaran pengguna internet kala itu. Pusatnya masih di warnet. ADSL di kalangan rumahan hanya untuk mereka yang menengah ke atas. Modem data selular hanya untuk kalangan elit, jelas. Sekarang penggunaan internet di kalangan individual. Bahkan anak sekolah pun tidak jarang memiliki modem 3G. Lebih jauh lagi, di SMA bahkan tidak sedikit yang ada Wifinya! (doh!).
Oh iya saya lupa, di sini kita berbicara dalam ranah kota besar. Hilangkan pembahasan Wimax dan jaringan untuk daerah terpencil lainnya.
Nah sekarang sudah jelas gambaran bagaimana internet benar-benar mengubah kehidupan kita dalam sepuluh tahun terakhir (lihat grafiknya lagi ya). Pertumbuhan seperti ini menimbulkan banyak peluang bisnis dan keisengan baru seperti:
- "ngaskus"
- "fesbukan"
- "twitteran"
- Bisnis online
- Social Media Strategist
- Website agency
- Scamming
- Pencurian identitas
- Komunitas online
- Vacancy Online
dan kita fokus pada poin ke-4.
Bisnis Online
Bagusnya penetrasi internet di Indonesia membuat tidak sedikit orang yang menggantungkan hidup di sini. Mari kita lihat beberapa ilustrasi nyata berikut:
- Dalam waktu kurang dari satu minggu setelah "barang yang bisa dijual" diterima, tidak sedikit barang yang kakak saya jual di FJB. Sejauh ini, komplain biasa saja. Tidak ada komplain karena kasus penipuan (jelas, kakak saya orang baik-baik).
- Ayah saya mencari perlengkapan ternak lele dari hasil pencarian di Google (entah FJB atau bukan). Barang dikirim dari Jawa Timur dan sampai seminggu kemudian.
- Saya? Sejauh ini saya hanya sebagai konsumen (pernah sekali COD dengan orang). Berbelanja online adalah hal yang menyenangkan, anda bisa mendapatkan secara persis barang yang anda inginkan. Jika dia katakan "ready stock", maka yaa benar-benar ada. Persis. Berbeda jika Anda ke toko yang jangan-jangan dia hanya penyalur; misal: "mas Kamera ini ada?" "Oh adaa paaak, tunggu sebentar yah (lari ke toko lain)" "(yaelah, lo bilang ada, bener ada, tapi di toko sebelah, pake lu ngambilin lagi, harganya naik dikit donk)"
Menurut saya, yang salah dari bisnis online adalah ketika kita merasa "saya bisa berdiri sendiri". Bayangkan ini: Anda punya web jualjamtangan.com, kemudian Anda tidak mempromosikan web itu. Anda pikir, hanya dengan memiliki web, masalah selesai. It's not that simple...
Inti dari berbisnis online adalah mencari customer dan meraup keuntungan, tetapi lewat web. Fin! Selesai. Anda mencari customer, bukan mendirikan web. Web hanyalah media. Untuk berbisnis online, Anda tak harus menggunakkan web. Lihat studi kasus untuk Twitter:
- Keripik Maicih. Mereka tidak punya toko, mereka hanya punya akun twitter. Mereka berjualan pindah-pindah tempat. Dimana mereka sekarang jualan? Lihat akun twitter mereka.
- Follower mereka (calon customer) ada 300.000 orang lebih.
- 300 ribu orang merupakan jumlah yang potensial.
- Analisis berhenti sampai di sini, Anda sudah bisa ambil kesimpulan.
Di twitter, customer Anda adalah follower, mention, dan retweet. Bayangkan tidak ada yang me-mention Anda, tidak ada yang me-retweet tweet Anda, tidak ada yang mem-follow Anda. Bagaimana mungkin orang lain bisa tahu produk yang Anda jual?
Bagaimana dengan web? Untuk web analisisnya cukup rumit. Anda harus memperhitungkan hit, jumlah pengunjung, jumlah tautan balik, dan lainnya. Tetapi web dapat memberikan informasi yang komprehensif dibandingkan Twitter. Juga, respect yang lebih tinggi. Anda bebas memberikan informasi di web, dalam bentuk apapun, video, flash, MP3, apapun. Anda bisa melakukan hal yang lebih dari sekadar 140 karakter. Masalah hanyalah, bagaimana menarik customer untuk mau membuka web Anda.
Bagaimana dengan Facebook? Di kampus Saya, ada sebagian orang yang meraup keuntungan besar-besaran dengan berjualan kaos via Facebook. Kaos itu ditujukan kepada mahasiswa baru yang belum tahu apa-apa tentang kehidupan kampus, jadi mereka memiliki tendensi tinggi untuk membeli kaos yang disodorkan. Ini adalah contoh suksesnya. Meng-tag secara asal dengan harapan muncul di News Feed setiap mahasiswa baru yang menjadi temannya dia, temannya teman dia, temannya temannya teman dia, dst..
Awas, target Anda juga terbatas. Tidak sedikit orang yang ogah mempergunakan Facebook (meski punya akunnya). Ada juga yang tidak mau punya akun Twitter. Tetapi, membuka web adalah satu-satunya solusi jika begini: no need to register, you can open my web.
Saya pribadi menyuka kombinasi dari itu semua. Saya menjual jasa di FJB. Alhamdulillah, meski belum banyak yang deal, tawaran sudah banyak datang :) . Dalam waktu kurang dari seminggu, sudah ada tawaran. Setelah threadnya tenggelam, mulai jarang (tetapi masih ada). Di FJB, sepertinya kita harus sering-sering memunculkan thread kita ke permukaaan.
Oh iya, Saya di sini berbicara sebagai customer, bukan sebagai pebisnis, Saya belum banyak berkpirah di bisnis online.
Salam hangat,
Mufid
---
dibuat untuk lomba blog online bisnis. Sebagai alasan administrasi, Saya harus promosi sedikit :D penyedia lomba menyediakan jasa pelatihan blogging online. Tertarik? Buka saja :)
0 komentar:
Poskan Komentar
Silahkan memberikan komentar pada artikel ini. Dimohon untuk tidak mengirim komentar yang: anarkis, mengandung kata-kata kasar atau kotor, atau yang dapat menciptakan flame war